Selasa, 12 Juni 2018

Silsilah Garis Keturunan 25 Nabidan Rasul


Silsilah Garis Keturunan 25 Nabidan Rasul

Menurut pendapat para ulama, jumlah Nabi dan Rasul sangatlah banyak, dikatakan bahwa jumlah nabi mencapai hingga 124.000 orang.

Dari Abi Zar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang jumlah para nabi,
“(Jumlah para nabi itu) adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000) nabi.”
“Lalu berapa jumlah Rasul di antara mereka?” Beliau menjawab, “Tiga ratus dua belas(312).”
(HR. At-Turmuzi)

Iman kepada Nabi dan Rasul merupakan salah satu dari Rukun Iman, dimana dari sekian banyak nabi dan rasul yang harus kita ketahui dan imani adalah hanya sejumlah 25 Nabi atau Rasul yang namanya tertulis dalam AlQur'an.
Selain ke-25 Nabi sekaligus Rasul itu, ada juga nabi lainnya walaupun tidak termasuk dalam kelompok 25 Nabi dan Rasul itu, diantaranya seperti dalam kisah Khidir bersama Musa yang tertulis dalam Surah Al-Kahf ayat 66-82.
Terdapat juga kisah Uzayr dan Syamuil, juga nabi-nabi yang tertulis di Hadits dan AlQur’an, seperti Yusya’ bin Nun, Zulqarnain, Iys, dan Syits.
Sedangkan orang suci yang masih menjadi perbedaan pendapat dari para ulama, apakah termasuk seorang Nabi atau hanya wali, yaitu Luqman al-Hakim dalam Surah Luqman.

Perbedaan antara nabi dan rasul adalah :
Para Nabi boleh menyampaikan wahyu yang diterimanya tetapi tidak punya kewajiban atas umat
tertentu atau wilayah tertentu.
Sementara, kata "rasul" berasal dari kata risala yang berarti penyampaian. Karena itu,
para rasul, setelah lebih dulu diangkat sebagai nabi, bertugas menyampaikan wahyu dengan
kewajiban atas suatu umat atau wilayah tertentu.
Dari semua rasul, Nabi Muhammad adalah sebagai 'Nabi Penutup'. Satu-satunya Nabi yang
kewajibannya meliputi umat dan wilayah seluruh alam semesta 'Rahmatan lil Alamin'.



Berikut nama-nama 25 Nabi dan Rasul yang tertulis namanya didalam AlQur'an :

1. ADAM A.S
Usia : 930 tahun (5872 – 4942 SM)
Tempat turunnya di bumi : India, ada yang berpendapat di Jazirah Arab
Tempat wafat : India, ada yang berpendapat di Mekah
Di dalam Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 25 kali
Jumlah keturunannya (anak) : 40 (laki-laki dan perempuan)


2. IDRIS A.S
Usia : 345 tahun (4533 – 4188 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Irak Kuno (Babylon, Babilonia) dan Mesir (Memphis)
Tempat wafat : Allah mengangkatnya ke langit
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 2 kali
Nama : Idris bin Yarid, nama aslinya Akhnukh, nama Ibunya Asyut
Garis Keturunan : Adam as
Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as

3. NUH A.S
Usia : 950 tahun (3993 – 3043 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Selatan Irak
Sebutan kaumnya : Kaum Nuh
Tempat wafat : Mekah al-Mukarramah
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 43 kali
Nama : Nuh bin Lamak
Jumlah keturunannya (anak) : 4 putra (Sam, Ham, Yafits dan Kan’an)
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as

4. HUD (Huud) A.S
Usia : 130 tahun (2450 – 2320 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Al-Ahqaf (lokasinya antara Yaman dan Oman)
Sebutan kaumnya : Kaum ‘Ad
Tempat wafat : Bagian Timur Hadramaut (Yaman)
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 7 kali
Nama : Hud bin Abdullah
Jumlah keturunannya (anak) : –
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Iram (Aram) ‘Aush (‘Uks) ‘Ad al-
Khulud
Rabah Abdullah Hud as

5. SALEH (Shalih/Shaleh/Sholeh) A.S
Usia : 70 tahun (2150 – 2080 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Daerah al-Hijr (Mada’in Salih, antara Madinah dan Syria)
Sebutan kaumnya : Kaum Tsamud
Tempat wafat : Mekah al-Mukarramah
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 10 kali
Nama : Shalih bin Ubaid
Jumlah keturunannya (anak) : –
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Iram (Aram) Amir Tsamud Hadzir Ubaid
Masah
Asif Ubaid Shalih as

6. IBRAHIM A.S
Usia : 175 tahun (1997 – 1822 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Ur di daerah selatan Babylon (Irak)
Tempat wafat : Al-Khalil (Hebron, Palestina/Israel)
Sebutan kaumnya : Bangsa Kaldan
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 69 kali
Nama : Ibrahim bin Azar
Jumlah keturunannya (anak) :13 anak (termasuk Nabi Ismail as & Nabi Ishaq as)
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as

7. LUTH A.S
Usia : 80 tahun (1950 – 1870 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Sodom dan Amurah (Laut Mati atau Danau Luth)
Tempat wafat : Desa Shafrah di Syam (Syria)
Sebutan kaumnya : Kaum Luth
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 27 kali
Nama : Luth bin Haran
Jumlah keturunannya (anak) : 2 putri (Ratsiya dan Za’rita)
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Haran Luth as

8. ISMAIL A.S
Usia : 137 tahun (1911 – 1774 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Mekah al-Mukarramah
Tempat wafat : Mekah al-Mukarramah
Sebutan kaumnya : Amaliq dan Kabilah Yaman
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 12 kali
Nama : Ismail bin Ibrahim
Jumlah keturunannya (anak) : 12 anak
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ismail as

9. ISHAQ (Ishak) A.S
Usia : 180 tahun (1897 – 1717 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Kota al-Khalil (Hebron) di daerah Kan’an (Kana’an)
Tempat wafat : Al-Khalil (Hebron)
Sebutan kaumnya : Bangsa Kan’an
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 17 kali
Nama : Ishaq (Ishak) bin Ibrahim
Jumlah keturunannya (anak): 2 anak (termasuk Nabi Ya’qub as/Israil)
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as

10. YA’QUB (Yakub/Israel/Israil) A.S

Usia : 147 tahun (1837 – 1690 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Syam (Syria/Siria)
Tempat wafat : Al-Khalil (Hebron), Palestina
Sebutan kaumnya : Bangsa Kan’an
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 18 kali
Nama : Ya’qub (Yakub/Israel) bin Ishaq (Ishak)
Jumlah keturunannya (anak) : 12 anak laki-laki (Rubin, Simeon, Lewi, Yahuda, Dan, Naftali,
Gad, Asyir, Isakhar, Zebulaon, Yusuf, dan Benyamin) dan 2 anak perempuan (Dina dan
Yathirah)
Garis Keturunan Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as Ya’qub as

11. YUSUF A.S

Usia : 110 tahun (1745 – 1635 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Mesir
Tempat wafat : Nablus
Sebutan kaumnya : Heksos dan Bani Israil
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 58 kali
Nama : Yusuf bin Ya’qub (Yusuf bin Yakub)
Jumlah keturunannya (anak) : 3 anak (2 laki-laki, 1 perempuan)
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as Ya’qub as Yusuf as

12. SYU’AIB (Syuaib) A.S
Usia : 110 tahun (1600 – 1490 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Madyan (di pesisir Laut Merah di tenggara Gunung Sinai)
Tempat wafat :Yordania
Sebutan kaumnya : Madyan dan Ashhabul Aikah
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 11 kali
Nama : Syu’aib (Syuaib) bin Mikail
Jumlah keturunannya (anak) : 2 anak perempuan
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Madyan Yasyjur Mikail Syu’aib as

13. AYUB (Ayyub) A.S
Usia : 120 tahun (1540 – 1420 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Dataran Hauran
Tempat wafat : Dataran Hauran
Sebutan kaumnya : Bangsa Arami dan Amori, di daerah Syria dan Yordania
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 4 kali
Nama : Ayub (Ayyub) bin Amush
Jumlah keturunannya (anak) : 26 anak
Garis Keturunan Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as al-‘Aish Rum Tawakh Amush Ayub
as

14. DZULKIFLI (Zulkifli) A.S
Usia : 75 tahun (1500 – 1425 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Damaskus dan sekitarnya
Tempat wafat : Damaskus
Sebutan kaumnya : Bangsa Arami dan Amori (Kaum Rom), di daerah Syria dan Yordania
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 2 kali
Nama : Dzulkifli (Zulkifli) bin Ayub, nama aslinya Bisyr (Basyar)
Jumlah keturunannya (anak) : –
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as al-‘Aish Rum Tawakh Amush Ayub
as
Dzulkifli as

15. MUSA A.S
Usia : 120 tahun (1527 – 1407 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Sinai di Mesir
Tempat wafat : Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang)
Sebutan kaumnya : Bani Israil dan Fir’aun (gelar raja Mesir)
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 136 kali
Nama : Musa bin Imran
Ibunya bernama: Yukabad (riwayat lain menyebutkan: Yuhanaz Bilzal)
Jumlah keturunannya (anak) : 2 anak ( Azir dan Jarsyun), dari istrinya yang bernama
Shafura (binti Nabi Syu’aib as)
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as Ya’qub as Lawi Azar Qahats
Imran
Musa as

16. HARUN A.S
Usia : 123 tahun (1531 – 1408 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Sinai di Mesir
Tempat wafat : Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang)
Sebutan kaumnya : Bani Israil dan Fir’aun (gelar raja Mesir)
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 20 kali
Nama : Harun bin Imran, istrinya bernama Ayariha
Jumlah keturunannya (anak) : –
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as Ya’qub as Lawi Azar Qahats
Imran
Harun as

17. DAUD (Dawud) A.S
Usia : 100 tahun (1063 – 963 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Palestina (dan Israil)
Tempat wafat : Baitul Maqdis (Yerusalem)
Sebutan kaumnya : Bani Israil
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 18 kali
Nama : Daud (Dawud, David) bin Isya
Keturunannya (anaknya) : Sulaiman (Sulaeman)
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as Yahudza Farish Hashrun Aram
Aminadab
Hasyun Salmun Bu’az Uwaibid Isya Daud as

18. SULAIMAN (Sulaeman) A.S
Usia : 66 tahun (989 – 923 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Palestina (dan Israil)
Tempat wafat : Baitul Maqdis (Yerusalem)
Sebutan kaumnya : Bani Israil
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 21 kali
Nama : Sulaiman (Sulaeman, Sulayman) bin Daud (Dawud)
Keturunannya (anaknya) : Rahab’an (Ruhba’am/Rehabeam)
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as Yahudza Farish Hashrun Aram
Aminadab
Hasyun Salmun Bu’az Uwaibid Isya Daud as Sulaiman as

19. ILYAS A.S
Usia : 60 tahun (910 – 850 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Ba’labak (daerah di Lebanon)
Tempat wafat : Diangkat Allah ke langit
Sebutan kaumnya : Bangsa Fenisia
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 4 kali
Nama : Ilyas bin Yasin
Jumlah keturunannya (anak) : –
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as Ya’qub as Lawi Azar Qahats
Imran
Harun as Alzar Fanhash Yasin Ilyas as

20. ILYASA’ A.S
Usia : 90 tahun (885 – 795 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Jaubar, Damaskus
Tempat wafat : Palestina
Sebutan kaumnya : Bangsa Arami dan Bani Israil
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 2 kali
Nama : Ilyasa’ bin Akhthub
Jumlah keturunannya (anak) : –
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as Ya’qub as Yusuf as Ifrayim
Syutlim
Akhthub Ilyasa’ as

21. YUNUS (Yunan/ Dzan nun) A.S
Usia : 70 tahun (820 – 750 SM)
Tempat diutus (lokasi) : Ninawa, Irak
Tempat wafat : Ninawa, Irak
Sebutan kaumnya : Bangsa Asyiria, di utara Irak
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 5 kali
Nama : Yunus (Yunan) bin Matta binti Abumatta, Matta adalah nama Ibunya ( catatan : Tidak
ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya, kecuali Yunus dan Isa)
Jumlah keturunannya (anak) : –
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as Ya’qub as Yusuf as Bunyamin
Abumatta
Matta Yunus as

22. ZAKARIA (Zakariya) A.S
Usia :122 tahun (91 SM – 31 M)
Tempat diutus (lokasi) : Palestina
Tempat wafat :Halab (Aleppo)
Sebutan kaumnya : Bani Israil
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 12 kali
Nama : Zakaria (Zakariya) bin Dan
Jumlah keturunannya (anaknya) : 1 anak (Nabi Yahya as)
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as Yahudza Farish Hashrun Aram
Aminadab
Hasyun Salmun Bu’az Uwaibid Isya Daud as Sulaiman as Rahab’am
Aynaman Yahfayath Syalum Nahur Bal’athah Barkhiya Shiddiqah Muslim
Sulaiman
Daud Hasyban Shaduq Muslim Dan Zakaria as

23. YAHYA A.S
Usia : 32 tahun (1 SM – 31 M)
Tempat diutus (lokasi) : Palestina
Tempat wafat : Damaskus
Sebutan kaumnya : Bani Israil
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 5 kali
Nama : Yahya bin Zakaria
Jumlah keturunannya (anaknya) : –
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as Yahudza Farish Hashrun Aram
Aminadab
Hasyun Salmun Bu’az Uwaibid Isya Daud as Sulaiman as Rahab’am
Aynaman Yahfayath Syalum Nahur Bal’athah Barkhiya Shiddiqah Muslim
Sulaiman
Daud Hasyban Shaduq Muslim Dan Zakaria as Yahya as

24. ISA A.S
Usia : 33 tahun (1 SM – 32 M)
Tempat diutus (lokasi) : Palestina
Tempat wafat : Diangkat oleh Allah ke langit
Sebutan kaumnya : Bani Israil
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 21 kali, sebutan al- Masih sebanyak 11 kali, dan
sebutan Ibnu (Putra) Maryam sebanyak 23 kali
Nama : Isa bin Maryam binti Imran, Maryam adalah nama
Ibunya ( catatan : Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya, kecuali Isa dan
Yunus)
Jumlah keturunannya (anaknya) : –
Garis Keturunan : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as Yahudza Farish Hashrun Aram
Aminadab
Hasyun Salmun Bu’az Uwaibid Isya Daud as Sulaiman as Rahab’am
Radim Yahusafat Barid Nausa Nawas Amsaya Izazaya Au’am Ahrif
Hizkil
Misyam Amur Sahim Imran Maryam Isa as

25. MUHAMMAD S.A.W
Usia : 62 tahun (570 – 632 M)
Tempat diutus (lokasi) : Mekah al-Mukarramah
Tempat wafat : Madinah an-Nabawiyah
Sebutan kaumnya : Bangsa Arab
di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak : 25 kali secara jelas
Nama : Muhammad bin Abdullah
Jumlah keturunannya (anak) : 7 anak (3 laki-laki (Qasim, Abdullah & Ibrahim) dan 4
perempuan (Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum & Fatimah az Zahrah)
Garis Keturunan Ayah : Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ismail as Nabit Yasyjub Ya’rub Tairah
Nahur
Muqawwim Udad Adnan Ma’ad Nizar Mudhar Ilyas Mudrikah
Khuzaimah
Kinanah an-Nadhar Malik Quraisy (Fihr) Ghalib Lu’ay Ka’ab
Murrah
Kilab Qushay Zuhrah Abdu Manaf Hasyim Abdul Muthalib Abdullah
Muhammad saw
Garis Keturunan Ibu : Adam as
Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid Idris as
Mutawasylah
Lamak Nuh as Sam Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra’u
Saruj
Nahur Azar Ibrahim as Ismail as Nabit Yasyjub Ya’rub Tairah
Nahur
Muqawwim Udad Adnan Ma’ad Nizar Mudhar Ilyas Mudrikah
Khuzaimah
Kinanah an-Nadhar Malik Quraisy (Fihr) Ghalib Lu’ay Ka’ab
Murrah
Kilab Qushay Zuhrah Abdu Manaf Wahab Aminah Muhammad saw

Silsilah Keluarga Nabi Muhammad SAW : Ayah, Ibu, Paman, Bibi, Ibu Susuan, Istri dan Anak


Nabi Muhammad Saw lahir di Mekah pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal atau bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi. Dengan demikian, jarak kelahiran antara Nabi Muhammad Saw dengan Nabi Isa as adalah 571 tahun. Sedangkan jarak kelahiran Nabi Isa as dengan Nabi Musa as sekitar 1716 atau 1900 tahun.

Jarak kelahiran antara Nabi Musa as dengan Nabi Ibrahim as adalah 545 tahun. Jarak kelahiran antara Nabi Ibrahim as dengan Thufan sekitar 1080 tahun. Kemudian jarak kelahiran antara Thufan dan Nabi Adam as sekitar 2242 tahun.
Dengan demikian, jarak kelahiran Nabi Muhammad Saw dengan Nabi Adam as menurut pendapat yang akurat dan terkenal di kalangan para sejarawan adalah sekitar 6155 tahun.

#1 Silsilah Nasab Nabi Muhammad dari Sisi Ayah
Nabi Muhammad putra Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushoyyi bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin Nazhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Maad bin Adnan.
#2 Silsilah Nasab Nabi Muhammad dari Sisi Ibu
Nabi Muhammad putra Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Inilah silsilah Nabi Muhammad Saw yang wajib diketahui oleh setiap orang mukallaf, yaitu sampai ke Adnan.
#3 Ibu Susuan Nabi Muhammad Saw
Sudah menjadi tradisi bangsa Arab perkotaan untuk menyusukan anaknya di daerah gunung dan pedalaman dengan maksud untuk meneguhkan pendiriannya, menguatkan fisiknya dan kefasihan bahasanya.
Atas dasar inilah, Abdul Muthallib mengirimkan cucunya yang bernama Muhammad, kepada seorang perempuan Bani Saad, yaitu Halimah putri Dhuaib As-Sa’diyah untuk disusuinya.
Halimah Sa’diyah merupakan salah satu wanita yang pernah menyusui Nabi Muhammad Saw. Selain Halimah, wanita yang pernah menyusui Nabi Muhammad ialah Aminah, ibu kandungnya sendiri, kemudian Tsuwaibah Al Aslamiyyah, bekas budaknya Abu Lahab yang dimerdekakan ketika Nabi Muhammad lahir.
Halimah Sa’diyah ketika menyusui dan merawat Nabi Muhammad sering merasakan dan menyaksikan beberapa keistimewaan dan keanehan pada diri Nabi Muhammad Saw, yang belum pernah terjadi pada anak-anak lain yang pernah dia susui.
Peristiwa pengoperasian Nabi Muhammad oleh dua malaikat membuat Halimah takut dan khawatir atas keselamatan Muhammad. Apalagi dia pernah didatangi oleh orang-orang kristen Ethiopia yang meminta agar Muhammad diserahkan kepada mereka.
Atas kejadian-kejadian ini, kemudian Halimah memutuskan untuk menyerahkan kembali Nabi Muhammad kepada keluarganya.
#4 Nama Anak Nabi Muhammad Saw
Nabi Muhammad Saw memiliki 7 anak, 3 diantaranya laki-laki dan 4 perempuan. Adapun urutan putra-putri Nabi Muhammad Saw adalah sebagai berikut : Al Qasim, Zainab, Ruqaiyah, Fatimah Az Zahra, Ummu Kultsum, Abdullah dan Ibrahim dari istrinya yang bernama Mariyah Al Qibtiyah.
1.    Al Qasim, wafat di Mekkah dalam usia 2 tahun.
2.    Zainab, menikah dengan  Abu Al ‘Ash bin Ar Robi’, anak bibinya sendiri yang bernama Halah binti Khuwailid. Dia mempunyai anak bernama Ali dan Umamah. Zainab wafat pada tahun 8 Hijriyah.
3.    Ruqaiyah, menikah dengan Utsman bin Affan. Ruqaiyah wafat pada waktu sedang terjadi Perang Badar, yaitu bulan Ramadhan tahun 2 Hijriyah.
4.    Fatimah Az Zahra, menikah dengan Ali bin Abi Thalib ketika masih berusia 15 tahun, sedangkan Ali berusia 21 tahun 5 bulan. Mereka dikaruniai enam anak. Tiga anak laki-laki, yaitu : Al hasan, Al Husain, Al Muhassin dan tiga anak perempuan, yaitu : Zainab, Ummu Kultsum dan Ruqaiyah. Fatimah wafat 6 bulan setelah Nabi Muhammad wafat, tepatnya pada tanggal 3 Ramadhan tahun 11 Hijriyah.
5.    Ummu Kultsum, menikah dengan Utsman bin Affan setelah ditinggalkan oleh Ruqaiyah. Ummu Kultsum wafat pada tahun 7 Hijriyah.
6.    Abdullah, yang memiliki gelar Thayib dan Thahir. Dia wafat di Mekkah ketika masih kecil.
7.    Ibrahim, lahir pada bulan Dzulhijah tahun ke 8 Hijriyah. Ibu Ibrahim adalah Mariyah Al Qibthiyah (bangsa Mesir). Ibrahim wafat pada tahun ke 10 Hijriyah dalam usia satu tahun empat bulan. Ada juga yang mengatakan satu tahun delapan bulan.
#5 Nama Istri-Istri Nabi Muhammad Saw
Istri Nabi Muhammad Saw total semuanya ada sebelas. Ketika beliau wafat, meninggalkan sembilan istri. Sedangkan yang dua sudah wafat sebelum Nabi Muhammad wafat. Dua istri Nabi yang wafat sebelum beliau yaitu :
1.    Siti Khadijah, merupakan istri Rasulullah Saw yang pertama. Nabi Muhammad menikahi Khadijah di Mekkah sebelum beliau diutus menjadi Rasul. Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad, Khadijah sudah pernah menikah dengan Abu Halah dan mempunyai anak bernama Zainab dan Hindun. Sebelum menikah dengan Abu Halah, Khadijah sudah pernah menikah dengan  ‘Atiq Al Mahzumi dan mempunyai anak bernama Abdullah dan Jariyah.Rasulullah Saw membina rumah tangga dengan Siti Khadijah hingga Khadijah wafat, dan selama itu tidak kawin dengan wanita lain, kecuali setelah Khadijah meninggal dunia.
2.    Zainab binti Khuzaimah, terkenal dengan panggilan Ummu Masakin atau ibunya orang-orang miskin. Hal ini disebabkan karena beliau sangat cinta dan penuh kasih sayang kepada orang-orang miskin. Zainab mendampingi Nabi Muhammad sebagai istri hanya sekitar dua atau tiga bulan, lalu meninggal dunia.
Adapun istri Nabi Muhammad Saw yang masih hidup ketika beliau wafat itu ada sembilan. Mereka itu ialah :
1.    Aisyah, merupakan putri dari Abu Bakar Ash Shiddiq. Aisyah menikah dengan Rasulullah Saw di Mekkah pada bulan Syawal dalam usia 7 tahun. Dua tahun kemudian, yaitu ketika Aisyah berusia 9 tahun, Aisyah diajak ke Madinah, tepatnya bulan Syawal, delapan bulan setelah Hijrah.Aisyah adalah satu-satunya wanita yang ketika dikawin oleh Nabi Saw masih dalam keadaan gadis. Aisyah adalah istri yang paling dicintai Nabi Saw. Aisyah wafat dalam usia 67 tahun, pada bulan Ramadhan tahun 58 Hijriyah.
2.    Hafshah, putri dari Umar bin Khathab. Hafshah menikah dengan Rasulullah Saw setelah suaminya yang bernama Khunais As Sahimi meninggal dunia dan gugur sebagai syahid dalam Perang Badar. Hafshah menikah dengan Rasulullah Saw pada usia 20 tahun dan wafat dalam usia 60 tahun pada tahun 48 Hijriyah.
3.    Saudah, putri dari Zam’ah. Saudah adalah janda dari suami yang bernama As Sakron bin Amr, salah seorang anggota rombongan yang hijrah ke Habasyah, lalu kembali ke Mekkah dan meninggal dunia. Saudah yang janda itu dinikahi oleh Rasulullah Saw pada bulan Ramadhan tahun ke-10 kenabian, yakni setelah Khadijah wafat. Saudah wafat pada akhir pemerintahan Umar bin Khathab.
4.    Shofiyah, putri dari Huyai bin Akhthob seorang tokoh Bani Nadhir. Sebelum menikah dengan Rasulullah Saw, Shofiyah sudah pernah menikah dengan Sallam bin Masykam, seorang Yahudi, lalu menikah dengan Kinanah. Masykam dan Kinanah adalah penyair yang terkenal.Kinanah meninggal ketika terjadi Perang Khaibar, dan Shofiyah, istrinya jatuh ke tangan kaum muslimin sebagai tawanan. Karena Shofiyah tokoh Bani Quraidhah, maka persoalannya diserahkan kepada Rasulullah Saw. Oleh Rasulullah Saw diberi dua tawaran, yaitu :
·         Merdeka dan menikah dengan Rasulullah Saw,
·         Dibebaskan begitu saja dan bisa kembali kepada keluarganya.
Shofiyah memilih merdeka dan menjadi istri Rasulullah Saw. Ketika itu Shofiyah baru berusia 17 tahun. Setelah menikah dengan Rasulullah, banyak dari kaumnya yang kemudian masuk islam. Shofiyah wafat pada bulan Ramadhan tahun 50 Hijriyah.
5.    Maimunah, seorang putri dari Harits Hilaliyah. Maimunah menikah dengan Rasulullah Saw pada tahun ke-7 Hijriyah, dalam perjalanan Umrah Qadha. Maimunah meninggal pada tahun 51 Hijriyah dalam usia 80 tahun. Maimunah merupak wanita yang paling akhir yang dikawin Rasulullah Saw.
6.    Ummu Habibah, nama aslinya adalah Romlah putri Abu Sufyan. Dia adalah janda dari Ubaidillah bin Jahesy yang meninggal di Ethiopia. Ummu Habibah menikah dengan Rasulullah Saw pada tahun ke-7 Hijriyah dengan maskawin pemberian Raja Najasyi sebanyak 4000 dirham
7.    Ummu Salamah, nama aslinya adalah Hindun putri dari Abu Umaiyah bin Mughirah Al Mahzumi. Dia janda dari Abu Salamah, anak bibi Rasulullah Saw yang bernama Barroh, dengan empat anak. Ummu Salamah menikah dengan Rasulullah Saw pada bulan Syawal tahun ke-4 Hijriyah, ketika itu dia berusia 30 tahun. Ummu Salamah wafat dalam usia 84 tahun pada tahun 60 Hijriyah.
8.    Zainab putri Jahesy, putri dari bibi Rasulullah Saw yang bernama Umaimah. Zainab menikah dengan Rasulullah Saw pada tahun ke-5 Hijriyah. Sebelum dikawin Rasulullah, Zainab adalah istri dari Zaid bin Haritsah. Pernikahan Rasulullah Saw dengan Zainab merupakan pernikahan yang dilandasi firman Allah : “Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluannya terhadap istrinya (menceraikannya), maka Kami kawinkan kamu dengan dia.”Oleh karena itu, Zainab sering merasa bangga dengan dirinya sebagai istri Rasulullah Saw, yang dikawinkan langsung oleh Allah dengan turunnya ayat tersebut.
9.    Juwairiyah, putri dari Al Harits seorang tokoh Bani Musththoliq. Juwairiyah adalah janda Musafi’ bin Shofwan, orang yang paling semangat memusuhi islam dan paling menentang Dakwah Nabi Muhammad Saw. Musafi’, suami Juwairiyah terbunuh dalam perang Al Muraisisi dan Juwairiyah menjadi tawanan kaum muslimin, bersama beberapa kabilah dan keluarganya.Juwairiyah ingin dirinya bebas dari tawanan dengan cara menebus dirinya, lalu dia menghadap kepada Rasulullah Saw hendak meminta bantuan uang untuk menebus dirinya. Rasulullah Saw memberikan apa yang diinginkannya dan beliau menawarkan hendak mengawininya.Juwairiyah menerima tawaran dari Rasulullah Saw, lalu menikahlah keduanya. Orang-orang islam pada waktu itu banyak yang memegang tawanan Bani Mushtholiq. Sehingga ketika mereka mengetahui bahwa Juwairiyah, janda tokoh bani Mushtholiq telah dikawin oleh Rasulullah Saw, maka kaum muslimin merasa tidak pantas menawan Bani Mushtholiq. Lalu mereka  ramai-ramai membebaskan dengan cara memerdekakan mereka. Ketika Bani Mushtholiq mengetahui yang demikian itu, maka mereka berbondong-bondong masuk Islam.
Pernikahan Rasulullah Saw dengan lebih dari empat itu boleh dan itu hanya khusus untuk Nabi. Sedangkan untuk umatnya, hanya boleh menikah dengan empat istri saja.
#6 Nama Paman-Paman Nabi Muhammad Saw
Paman Nabi Muhammad Saw jumlahnya ada 12 orang, mereka itu ialah :
1.    Hamzah, dia adalah singa Allah. Hamzah ikut berjuang membela Islam dan mengikuti Perang Badar dan Uhud. Hamzah gugur syahid dalam Perang Uhud ketika dibunuh oleh Wahsyi.
2.    Abbas, dia adalah paman Nabi Muhammad Saw yang paling muda. Abbas ikut Perang Badar bersama orang-orang musyrik. Tetapi dia berhasil ditawan oleh kaum muslimin dan akhirnya menebus dirinya, kemudian masuk islam seketika itu pula.Abbas disuruh oleh Rasulullah Saw untuk menyembunyikan keislamannya dan disuruh untuk tetap tinggal di Mekkah untuk memantau segala kegiatan orang-orang musyrik. Abbas tetap menyembunyikan keislamannya hingga hari pembebasan kota Mekah. Abbas wafat pada tahun 32 Hijriyah dalam usia 88 tahun.Abu Thalib, pelindung Nabi Muhammad Saw sedari beliau berusia 8 tahun hingga besar. Abu Thalib senantiasa melindungi Nabi Muhammad Saw dari tekanan orang kafir Quraisy.
3.    Abu Lahab, nama aslinya adalah Abdul ‘Uzza. Abu Lahab sangat gigih dalam menentang dakwah Rasulullah Saw. Abu Lahab meninggal dunia akibat serangan penyakit sejenis cacar yang terkenal ganas dan menular.Ketika meninggal dunia, tidak ada seorangpun yang berani mendekatinya. Anak-anaknya pun menjauhinya. Kemudian anak-anaknya dengan terpaksa membuat galian, karena takut dimaki oleh orang banyak.Lalu mereka mendorong mayat Abu Lahab dengan alat yang panjang hingga masuk pada galian. Setelah itu mereka melemparinya dengan batu-batu hingga galian itu penuh batu dan menutupi mayat Abu Lahab.
4.    Al Harts, putra Abdul Muthalib yang paling tua. Al Harts meninggal sebelum agama islam datang atau sebelum Nabi Muhammad Saw diutus oleh Allah Swt.
5.    Az Zubair, sudah meninggal sebelum Nabi Muhammad Saw diutus oleh Allah Swt.
6.    Jahl, nama aslinya adalah Al Maghirah.
7.    Abdul Ka’bah, sudah meninggal sebelum Nabi Muhammad Saw diutus oleh Allah Swt.
8.    Qutsam, meninggal dunia di waktu kecil.
9.    Dhiror, meninggal dunia pada hari turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad Saw, tetapi belum sempat masuk Islam.
10. Al Ghoidaq, nama aslinya adalah Mushab.
11. Al Muqowwin.
#7 Nama Bibi Nabi Muhammad Saw
Adapun bibi Nabi Muhammad Saw itu ada 6 orang, mereka itu ialah,
1.    Shofiyah, saudara kandung dari Hamzah. Shofiyah wafat pada tahun 20 Hijriyah, yaitu pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khathab dalam usia 73 tahun dan dimakamkan di Baqi.
2.    Arwa
3.    ‘Atikah
4.    Ummu Hakim
5.    Barroh
6.    Umaimah
Paman Nabi Muhammad Saw yang satu ayah dan ibu dengan Abdullah, ayah Nabi ada tiga, yaitu : Abu Thalib, Az Zubair dan Abdul Ka’bah. Sedangkan bibi Nabi Muhammad yang satu ayah dan ibu dengan ayah Nabi yaitu : Arwa, ‘Atikah, Ummu Hakim, Barroh dan Umaimah.
Nabi Muhammad Saw wafat pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah, bertepatan dengan tanggal 8 Juni 633 Masehi. Nabi Muhammad Saw wafat dalam usia 63 tahun lebih 3 hari menurut kalender Qomariyah. Sedangkan menurut kalender Syamsiyah, usia beliau 61 tahun lebih 84 hari.


Rabu, 28 Maret 2018

Kisah Tauladan Pemuda Yang Bertanggung Jawab

Kisah tauladan Seorang Pemuda yang bertanggung jawab

Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.

Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!"

"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !".

Umar segera bangkit dan berkata :
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"

Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.

Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :

"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."

"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.

Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.

"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat", ujarnya.

"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu", lanjut Umar.

"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala,

"Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".

Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.

Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :
"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah", ujarnya dengan tegas.

"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".

"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?", tanya Umar.

"Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin".
"Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?", pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.

"Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.

"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.

Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :
"Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin".

Ternyata Salman al-Farisi yang berkata.

"Salman?" hardik Umar marah.
"Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".

"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.

Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah S.A.W. yang paling utama.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatan
gan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.

Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.

Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.

”Itu dia!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya!”.

Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.

”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tak kukira... urusan kaumku... menyita... banyak... waktu...”.
”Kupacu... tungganganku... tanpa henti, hingga... ia sekarat di gurun... Terpaksa... kutinggalkan... lalu aku berlari dari sana..”

”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,

“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.

_*”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan... di kalangan Muslimin... tak ada lagi ksatria... menepati janji...”*_ jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :
“Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?"

Kemudian Salman menjawab : _*Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”.*_

Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.

”Allahu Akbar!”, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.

“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.

Semua orang tersentak kaget.

“Kalian...” ujar Umar.
“Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.

Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :
_*”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”.*_

”Allahu Akbar!” teriak hadirin.

Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.
MasyaAllah..., saya bangga menjadi muslim bersama kita ksatria-ksatria muslim yang memuliakan al islam dengan berbagi pesan nasehatnya untuk berada dijalan-Nya..
Allahu Akbar ... 😭😭😭

Beginilah layaknya contoh umat islam yg sebenarnya, bukan malah saling menghujat satu sama lainnya...

SILAKAN DI BAGIKAN, JANGAN SAMPAI KISAH MULIA INI TERPUTUS DI TANGAN ANDA ... !!
Agar Umat Islam INDONESIA tidak mudah di pecah belah..

Rabu, 14 Maret 2018

Pemanfaatan Kelas Maya


1.    Pemanfaatan Kelas Maya
Dalam pembelajaran, teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan
pembelajaran, meningkatkan kecepatan belajar, dan meningkatkan efisiensi pembelajaran.
Oleh karena itulah, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran merupakan hal yang tidak
dapat dihindari. Ada enam potensi kunci dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi
(TIK) dalam rangka revolusi pembelajaran.

a. Konektivitas - akses terhadap beraneka ragam informasi ‘tersedia’ dalam skala global.
Selama Anda memanfaatkan koneksi internet, Anda akan mendapatkan informasi apapun yang
tersedia dalam world wide web (www). Dalam mencari informasi, Anda juga tidak akan merasa
kesulitan berkat bantuan mesin pencari seperti Google atau Bing.
b. Fleksibilitas – belajar dapat dilaksanakan di mana saja dan kapan saja.
Dengan cara belajar yang terjadwal dalam kelas yang Anda laksanakan selama ini (kelas
konvensional), guru adalah sumber belajar utama bagi Anda. Akan tetapi dengan kelas
konvensional yang diperkaya dengan TIK, Anda memiliki kebebasan dalam menentukan waktu
yang tepat kapan Anda belajar dan tempat Anda belajar, selama Anda dapat menggunakan
komputer dan mengakses internet.

c. Interaksi – evaluasi belajar dapat dilaksanakan seketika dan mandiri.
Dengan memanfaatkan TIK, Anda dapat mengerjakan tugas, menjawab pertanyaan, maupun
mengerjakan ujian di manapun dan kapanpun Anda inginkan. Dalam beberapa model ujian,
Anda juga dimungkinkan untuk mendapatkan hasil penilaian maupun umpan balik secara
otomatis, sehingga Anda tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui hasil penilaian ujian
Anda.

d. Kolaborasi – penggunaan perangkat diskusi dapat mendukung pembelajaran kolaborasi di
luar ruang kelas.
Dengan memanfaatkan internet, Anda telah berada dalam sebuah jaringan yang luas. Oleh
karena itu, dengan memanfaatkan perangkat diskusi melalui internet, Anda dapat
berkomunikasi, berdiskusi, bertukar pendapat, baik mengenai sebuah ide, permasalahan,
maupun solusi dengan rekan atau guru Anda. Dengan perangkat ini Anda juga dapat membuat
kelompok belajar. Dalam kelompok ini Anda akan dapat berbagi ide maupun sumber belajar
antarteman.


e. Peluang pengembangan – konten digital dapat terus-menerus dikembangkan sehingga
dapat memperkaya pembelajaran dalam kelas konvensional.
Dalam kelas konvensional, Anda dan guru harus berada dalam ruangan yang sama. Akan
tetapi dengan memanfaatkan TIK, guru Anda dapat memberikan instruksi dari tempat tertentu
dan Anda tetap dapat mengikuti instruksi guru Anda tersebut walaupun Anda berada di tempat
yang berbeda.

f. Motivasi – multimedia dapat membuat pembelajaran lebih menarik.
Dengan TIK, Anda akan mendapatkan berbagai sumber belajar. Salah satu sumber belajar
tersebut adalah video atau animasi yang menjelaskan konsep atau peristiwa tertentu. Dengan
bantuan media ini, Anda akan mendapatkan ilustrasi/gambaran yang lebih nyata dan dapat
meningkatkan minat Anda dalam belajar.

Sejarah Penemu dan Perkembangan Microsoft Office

Sejarah Penemu dan Perkembangan Microsoft Office Microsoft Office merupakan salah satu paket perangkat lunak produktivitas perkantoran pali...